PANGKALAN BUN – Hujan deras yang mengguyur Kotawaringin Barat (Kobar) beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Banteng dan Arut Utara (Aruta) diterjang banjir, Kamis (6/12). Ketinggian air mencapai 50 hingga 70 cm di dua wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar bersama TNI-Polri serta pemerintah desa sudah memantau pada sejumlah lokasi banjir yang ada di Pangkalan Banteng dan Aruta. Di Kecamatan Pangkalan Banteng tinggi muka air (TMA) mencapai rata-rata 50 cm. Salah satunya di Desa Arga Mulya. Akses jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 200 meter tergenang banjir.

Kepala BPBD Kobar Petrus Rinda membenarkan adanya banjir yang menggenangi beberapa desa di Pangkalan Banteng dan Aruta. Tidak hanya Desa Arga Mulya, satu desa di Pangkalan Banteng, yaitu Desa Sungai Hijau juga tergenang banjir.

“Fasilitas umum terdampak banjir ini adalah akses jalan menuju dan dari Desa Sungai Hijau tergenang air dengan ketinggian air berkisar antara 50 sampai 70 cm,” ungkap Petrus Rinda kepada Kalteng Pos, kemarin.

Sementara banjir yang terjadi di Kecamatan Aruta telah menggenangi Kelurahan Pangkut. Khususnya di RT 1 beberapa titik tergenang. Tinggi air berkisar antara 50 sampai 60 cm. Sedangkan fasilitas umum yakni jalan lingkungan di RT tersebut tergenang sekitar 20-30 cm.

“Tidak hanya di ibu kota kecamatan (Kelurahan Pangkut), di wilayah lain juga tergenang yakni Desa Nanga Mua, tinggi muka air mencapai 40 cm. Banjir juga menggenangi akses jalan masyarakat,” ungkap mantan kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar ini. 

Petrus menambahkan, banjir yang menggenangi beberapa desa dan kelurahan di Pangkalan Banteng dan Aruta tersebut, terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Selasa (4/12) hingga Rabu (5/12). Sehingga mengakibatkan terjadi kenaikan debit air.

“Tinggi muka air hari ini (kemarin) sementara masih bertahan. Masyarakat masih hidup normal dan tidak terganggu akibat genangan air. Korban jiwa nihil,” pungkasnya. (ala/ens)