PROKAL.CO,

MAKKAH-Pemerintah Indonesia sepertinya sangat mewaspadai cuaca dan suhu ekstrem yang sekarang terjadi di Makkah. Apalagi, di Masjidil Haram saat sore menjelang magrib sekitar pukul 18.00 waktu Arab Saudi, tercatat cuaca mencapai angka 42 derajat celsius. Cukup panas. Padahal jemaah sudah berjejal hendak ke Masjidil Haram untuk salat Magrib dan Isa.

Biasanya, sebagian besar jemaah akan bertahan di masjid dari Magrib sampai Isa. Setelah itu, baru bergelombang pulang ke pemondokan masing-masing.

Saking panasnya cuaca saat ini, terasa sekali bila di bawah terik matahari. Wajah terasa panas dan menyengat.

Untuk menjaga ketahanan dan fisik jemaah, petugas tiada henti-hentinya mengingatkan, untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas sunah. Sementara melalui Kementerian Kesehatan, rencananya hari ini petugas dan panitia haji Indonesia, akan memberikan penyuluhan cara bertahan di tengah cuaca panas.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bekal satu tas untuk jemaah, di antaranya berisi payung dan kacamata hitam, selain kelengkapan lain selama wukuf di Mina dan Arafah pada 20 Agustus (bukan 22 Agustus seperti diberitakan sebelumnya).

“Saya diminta menyerahkan paket ini kepada jemaah. Isinya kacamata dan payung untuk menahan panas, serta kelengkapan lain seperti kecap, gula, dan lain-lain,” kata Ketua Kloter 14, Muhidin.