MUARA TEWEH- Prajurit TNI dan Polri menunjukan jiwa kepedulian terhadap rakyat saat membantu proses evakuasi korban banjir di Muara Teweh, Barito Utara (Batara), Selasa (24/4). Hujan yang turun selama kurang lebih 10 jam menyebabkan air Sungai Bengaris meluap. Akibat tidak hanya jalan, namun ratusan rumah juga terendam.

Salah satu sinergitas yang ditperlihatkan kedua institusi iniseperti membantu penyeberangan masyarakat di Ronggo Lawe, Kelurahan Melayu, KecamatanTeweh Tengah.

“Ini salah bentuk kepedulian anggota di lapangan dengan membantu warga yang ingin melakukan aktivitas,” kata Dandim 1013/Mtw Letkol Arh Abraham Kalelo Ssos melalui Pasi Ops Kapten Inf Joko Sutekno, kemarin.

Mengingat banjir membawa banyak dampak, Joko pun mengimbau agar warga untuk selalu waspada dan menjaga  kesehatan. Selain itu berhati - hati agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Proses evakuasi tidak hanya melibatkan anggota TNI dan Polri saja. Sebab ada juga BPBD yang turut membantu kelancaran dengan menurunkan beberapa perahu karet. 

Kapolres Batara, AKBP Dostan Matheus Siregar SIK mengungkapkan, jumlah rumah yang terendam banjir tersebut diperkirakan 200 unit, dengan ketinggian air antara 50 cm sampai satu meter.

“Kami melakukan langkah-langkah yakni membantu warga dengan mengevakuasi barang-barang yang terkena dampak banjir,” ucapnya.

Selain itu, melakukan pengaturan di jalan yang terkena dampak banjir dan pendataan lokasi yang terkena banjir. Meluapnya sungai merupakan hal yang biasa dialami warga sekitar jalur Sungai Bengaris yang berada di dalam Kota Muara Teweh.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, namun untuk kejadian pada kali ini dapat dikatakan yang terdalam. Selama ini karena luapannya sudah sampai ke ruas jalan raya yang mengakibatkan beberapa titik kemacetan arus lalu lintas. (dad/cah/ang)