SAMPIT- Ketinggian air yang terjadi di wilayah Desa Sei Ubar, dan Pantai Harapan, Kecamatan Cempaga Hulu  dilaporkan terus naik.  Naiknya debit air membuat rumah warga teredam banjir hampir tenggelam. Kendati banjir makin mengancam nyawa masyarakat, tapi hingga kini warga di dua desa tersebut belum mau mengungsi ke tempat aman. Mereka masih bertahan di rumahnya dengan cara membuat apar/lantai di dalam rumah untuk tinggal sementara.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga melumpuhkan akses darat, sehingga aktivitas warga setempat terganggu. Adapun ketinggian air di dua desa tersebut mencapai 5 meter. Sebelumnya, ketinggian air hanya 20-30 centimeter.“Sekarang ini debit air di Desa Sei Ubar, dan Pantai Harapan mengalami kenaikan. Ketinggian air mencapai 5 meter dari tanah dan 1,5 meter dari atas lantai,” terang Plt Kepala BPBD Kotim, M Yusup melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Sutoyo saat dikonfirmasi, Senin (8/1).

Seorang warga Sei Ubar mengatakan, saat ini air makin meninggi. Akan tetapi banjir itu sudah biasa bagi warga. “Kalau curah hujan tinggi, dan Sungai Cempaga meluai desa kami pasti alami banjir,” akui Sandum. Sementara itu, Camat Cempaga Hulu, Ubaidillah saat dikonfirmasi membenarkan, bahawa ketinggian air di Desa Sungai Ubar dan Pantai Harapan mengalami kenaikan. Sementara banjir di Desa Tumbang Koling sudah mulai surut.“Air di Desa Sei Ubar sampai saat ini terus naik. Besok kami akan turun ke desa itu,” kata Ubai dengan singkat. (sli/ala/dar)